Wednesday, September 27, 2017

UNSUR ESTETIKA DAN ERGONOMIS PRODUK KERAJINAN DARI BAHAN LUNAK

Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

A. Unsur Estetika
    Unsur estetika sering dikenal dengan istilah keindahan. keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keu (harmoni), keseimbangan (balance) dan kontras sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.

B. Unsur Ergonomis
    Unsur ergonomis krya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi dan kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah sebagai berikut.

1). KEAMANAN (security), Yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
2). KENYAMANAN (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan.
3). KELUWESAN (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya.

5. Motif Ragam Hias Pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain sebagai berikut.

A. Motif Realis
    Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentuk-bentuknya yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh-tumbuhan, bentuk hewan, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.
 B. Motif Geometris
    Motif geometris adalah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur contoh : bentuk segi tiga, empat, lingkaran, kerucut, dan silinder.
    Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zama prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik garis atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir diseluruh wilayah nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometri antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang, dan tumpal.

 C. Motif Dekoratif
    Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan.
    Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bemtuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya bungan, hewan, tumbuhan yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan masih harus ada pada motif itu. Berikut contoh motif dekoratif.
D. Motif Abstrak
    Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak disini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris. Berikut contoh motif abstrak.


6. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, mengayam, menenun, mengukir.

A. Membentuk
    Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain sebagai berikut.

1). Teknik Coil (lilin pilin)
    Cara pembuatan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak terlalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan pengrajin keramik.
2). Teknik Putar
    Teknik pembentukan dengan alat putar menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin keramik.
3). Teknik Cetak
    Ada dua teknik pembentukan kerajinan karya dari bahan lunak yaitu : cetak dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat-alat rumah tangga : piring, cangkir, mangkok, dan gelas.

B. Menganyam
    Teknik mengayam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak denga karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai macam tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, dan lain-lain. Contoh karya kerajinan menganyam, keranjang, tikar, topi dan tas.

C. Menenun
    Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Kerajinan menenun menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah wilayah nusantara terdapat kesamaan teknik namu berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tipis dari Lampung, kain torso dari Jepara, kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan, dan Sumbawa.

D. Membordir
    Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannya. Salah saru yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Disamping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

E. Mengukir

    Teknik mengukir merupakan kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus, ukiran rendah, ukiran tinggi, ukiran utut. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.


PRODUK KERAJINAN BAHAN LUNAK

A.  Pengeritan Kerajinan Bahan Lunak Alami
             Kerajinaan bahan lunak adalah suatu produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak untuk pembuatannya.
jenis-jenis bahan lunak tebagi dalam dua jenis yakni bahan lunak alami dan bahan lunak buatan.
1. Bahan Lunak Alami 

      Bahan luank alami adalah bahan lunak yang di peroleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya       juga dilakukan secara alami tidak di campur dengan bahan buatan atau di kombinasikan dengan  bahan lainnya. contohnya adalah : tanah liat dan serat alam


 2.  Bahan Lunak Buatan
         Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang dioalah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat di buat berdasarkan bahan yang akan di gunakan Bahan-bahan yang dapat di gunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan masih banyak lagi.


B. Fungsi Produk Kerajinan Bahan Lunak
         fungsi produk kerajinandapat di bedakan menjadi dua yaitu fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai, dan funsi karya kerajinan sebagai benda hias. Seni kerajinan itu sendiri adalah sebuah karya seni yang tercipta dari tangan-tangan terampil manusia dan juga merupakan simbol serta identitas budaya yang tak ternilai harganya.

1. Karya Kerajinan Sebagai Benda Pakai
         Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atua dikenakan sebagai pelengkap busana, produk karya kerajinan yang di ciptakan mengutamakan fungsinya adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung. Contoh karya kerajinan sebagai benda pakai antara lain sandal. tikar, topi, dompet, dan sebagainya.

2. Karya Kerajinan Sebagai Benda Hias
         Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolakan aspek keindahan daripada aspek kegunaan. Contoh karya kerajinan sebagai benda hias adalah vas bunga, korden, hiasan dinding, dan lain-lain.
       
C.  Aneka Produk Kerajinan Dari Bahan Lunak
          Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan.

1. Kerajinan Tanah Liat
         Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunaka bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran, dan glasir). Contio: gerabah, vas bunga, guci, piring dab lain-lain.


2. Kerajinan Serat Alam
         Bahan-bahan seraly alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Sebagian besar pembuatan kerajinan alam adalah dengan cara menganyam.


3. Kerajinan Kulit 
         Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintesis. Contoh: tas, sepatu, dompet, jaket, wayang kulit. Kulit yang digunakan adalah kulit hewan yaitu sapi, kambing, kerbau, buaya dan lain-lain.

 4. Kerajinan Gips
         Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri dari jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral berupa karbonat, borat, nitrat, sulfat. Secara umum untuk membuta produk gips di perlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone, rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanha liat.Fungsi kerajinan gips biasannya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan lain-lain.

 5. Kerajinan Lilin
         Pembuatan kerajinan dari lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan semua orang. Jika kita mau mengubah bentuk menjadi benda kerajinan yang unik, kita perlu melakukan pencairan dengan proses pemanasan di atas api.


  

6. Kerajinan Sabun
         Kerajinan dari sabun sangat unik. Sabun dapat diolah dengan 2 cara. Cara pertama yaitu membentuk sabun seperti memarut sehingga menjadi sebuah bentuk yang diinginkan, sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu, dan sedikit air lalu dibuta adonan baru.

  7. Kerajinan Bubur Kertas
         Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya. Dengan cara kertas dibuat menjadi bubur kertas untuk bahan karya kerajinan.